Reformasi Birokrasi Jadi Fokus, Lapas Wahai Perkuat Kompetensi Petugas Pemasyarakatan
Wahai, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai secara aktif berpartisipasi dalam Ceramah Kompetensi dan Integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diselenggarakan secara daring oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) melalui Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik, Kamis (21/05/2026). Langkah ini bertujuan mendorong peningkatan tata kelola dan pelayanan publik yang bersih serta berintegritas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa keikutsertaan jajarannya merupakan komitmen nyata untuk membentuk karakter aparatur yang profesional dan melayani. “Kegiatan ini adalah langkah strategis kami. Integritas dan kompetensi adalah harga mati yang harus diinternalisasi oleh setiap Petugas Pemasyarakatan, terutama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan Warga Binaan,” tegas Tersih.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber utama, Sudirman Said, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia periode 2014-2019. Dalam pemaparannya, Sudirman menekankan pentingnya moralitas dan keteladanan seorang birokrat. “Integritas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam mengelola institusi negara. Seorang ASN harus memiliki keberanian moral untuk menolak segala bentuk penyimpangan dan selalu berorientasi pada kemajuan pelayanan publik dimanapun ia ditugaskan,” ungkap Sudirman.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang mengapresiasi partisipasi strategis Lapas Wahai. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM merupakan kunci utama keberhasilan reformasi birokrasi di lingkungan mPemasyarakatan. “Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Wahai yang terus berbenah dan mengasah kompetensi petugasnya. Ceramah dari LAN ini menjadi modal penting bagi jajaran pemasyarakatan di wilayah Maluku untuk terus berintegritas, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugas dan fungsi sehari-hari,” pungkas Ricky.
Keikutsertaan ini menjadi suntikan motivasi untuk peningkatan integritas yang terus diupayakan oleh jajaran Lapas Wahai dalam mendukung birokrasi yang PRIMA atau Profesional, Responsif, Integritas, Modern dan Akuntabel. (it-06)


